Sabtu, 20 November 2021

Menghadapi Rasa Takut Dan Cemas Dalam Persalinan.

"Apakah aku bisa ke rumah sakit tepat waktu?"

"Bagaimana kalau dokter spog ku nanti berhalangan datang?"

"Apa aku bisa kuat menjalani fase kontraksi persalinan?"

"Duh, kalau aku nanti BAB di ruang bersalin bagaimana ya?"

"Aku takut ada robekan jalan lahir dan dijahit"

"Aku takut jarum suntik, takut operasi"

Pertanyaan pertanyaan diatas terkadang muncul di benak ibu, sadar atau tidak sadar, akan menambah porsi kecemasan dalam persalinan.


Apa yang paling sering dirasakan Ibu jelang persalinan?

Dari penelitian (Hall, Wendi. Et Al. 2009) terhadap 875 Ibu hamil (kehamilan pertama / berikutnya), dg rentang usia kehamilan 35-39 minggu,  25% Ibu hamil mengalami tingkat ketakutan (childbirth fear) yang tinggi. 20.6% mengalami kurangnya jam tidur (kurang Dari 6 jam perhari). Merasakan ketakutan thd persalinan (melahirkan), kelelahan, kurang tidur. 

Dari penelitian yang sama, dilaporkan Ibu yang mendatangi tempat praktek bidan,lebih sedikit yang mengalami ketakutan dalam proses persalinan dibandingkan Ibu yang mendatangi tempat praktek dokter kandumgan. Ketakutan terhadap persalinan (childbirth fear) juga berdampak pada tingginya tingginya stress, rasa cemas, lelah serta minimnya dukungan.

Penelitian lain (Saisto & Halmesmakl, 2009) menyebutkan bahwa lebih Dari 50% Ibu hamil yang Sudah memilih SC utk persalinan , menarik kembali keinginan mereka dan berhasil melahirkan secara normal vagina setelah mendiskusikan rasa cemas takut yang mereka rasakan. Dari Dua penelitian diatas, kita bisa melihat bahwa kecemasan Dan ketakutan terhadap proses persalinan bagi Ibu wajar dialami, Ibu tidak sendirian...yang perlu dilakukan adalah menyadari rasa nya, kemuadian membicarakan kepada seseorang yang tepat, mereka bisa pasangan, teman, bidan, doula ataupun dokter yang merawat.

Berikut adalah tips untuk ibu hamil mengurangi kecemasan dan ketakutan akan persalinan :

1. Berbicara dengan orang yg tepat

2. Mengikuti Kelas Persiapan Persalinan

3. Mempertimbangkan untuk ditemani Doula

4. Hindari informasi negatif (cerita maupun film)

5. Berolah raga ,lakukan olahraga yang sesuai dengan usia kehamilan dan kondisi ibu. Tubuh yang sehat membuat keluhan keluhan kehamilan berkurang, dan menjalani kehamiland dengan sehat bermanfaat bagi ibu maupun janin dalam kandungan.

6. Mempersiapkan paska bersalin (mengatur / mengkondisikan pekerjaan rumah tangga paska melahirkan, mempersiapkan makanan siap saji, persiapan menyusui dll)

Yang paling penting adalah kesadaran Ibu, bahwa setiap persalinan adalah istimewa, semua wanita terdahulu mengalami hal sama, melahirkan, bahkan kebanyakan lebih dari satu kali. Jadi sadari bahwa ibu tidak sendiri...sematkan ini dalam fikiran, berdoa dan melakukan yang terbaik versi masing masing Ibu, karena pada akhirnya...bayi dalam dekapan adalah hadiah terindah bagi setiap proses persalinan.


Rabu, 18 September 2019

Tips Jelang Persalinan


Perencanaan dalam persalinan menjadi salah satu hal crucial bagi ibu dan ayah, perencanaan yg baik akan membuat ibu dan ayah memahami opsi opsi yg tersedia dan mengambil keputusan dg penuh kesadaran berdasarkan kesanggupan menjalani resiko.

Salah satu hal yg mungkin perlu dipersiapkan adalah apa yg bisa ibu lakukan menjelang persalinan, apa yg bisa dilakukan sambil menanti pembukaan lengkap (10cm), yg bisa membantu janin berada di posisi optimal untuk siap terlahir dg aman nyaman?

Tips pada infografis di atas adalah sedikit dari beberapa hal yg bisa ibu lakukan.

Selain hal tersebut, pendamping (ayah atau Doula) bisa mendukung ibu dengan misalnya :

  • Meredupkan lampu jika terlalu terang
  • Menawarkan pijatan ringan pada kaki, tangan, atau punggung bawah
  • Membatasi jumlah tamu yg berkunjung, agar ibu bisa fokus dan tidak terganggu dg komunikasi ataupun pertanyaan yg mungkin tidak perlu
  • Membantu menawarkan, mengambil makanan / minuman ringan.
  • Menyiapkan musik yg ingin didengarkan Ibu
  • Dan lain lain atas persetujuan ibu

Pengalaman positif persalinan yg dirasakan ibu, akan terbawa dalam memori dan tidak terlepas. Jadi, yuk persiapkan persalinan ibu, juga pasca bersalin dengan sebaik mungkin. Berdayakan diri dengan banyak membaca, tidak sungkan bertanya pada tenaga kesehatan untuk setiap tindakan yg dilakukan. 





Jumat, 01 Maret 2019

Perlukah Bayi Langsung Dimandikan Setelah Lahir?


Vernix Caseosa
Vernix = to varnish
Caseous = Cheesy nature

Vernix Caseosa adalah substansi lemak yang menyerupai keju yg melapisi kulit janin selama trimester akhir kehamilan. lapisan seperti keju ini melindungi kulit bayi baru lahir, juga membantu proses adaptasi awal bayi terlahir (di luar rahim) jika tidak terlalu cepat dibersihkan setelah proses persalinan (vernix akan diserap oleh kulit bayi beberapa jam setelah bayi lahir).
. Vernix juga membantu meregulasi suhu tubuh bayi di luar rahim, apalagi jika ibu melakukan skin to skin sesaat setelah bayi terlahir (IMD), menjaga kelembapan kulit bayi dan menjaga ph alami pada kulit bayi, sehingga melindungi kulit permukaan bayi dari paparan bakteri yg tidak menguntungkan.

Pun, vernix mengandung vit E dan antioksidan yg bermanfaat bagi bayi dalam fase transisi memulai kehidupan di luar rahim.

Vernix umumnya akan tampak banyak pada bayi2 yang terlahir pre-term (<37w), pada bayi2 terlahir at term maupun post term (>37w), biasanya vernix lebih sedikit tampak, umumnya terdapat pada lipatan2 leher, ketiak, pangkal paha.

Pada artikel ini juga disebutkan bahwa ada penelitian bahwa menunda memandikan bayi (baru dimandikan setelah 12 jam vs langsung dimandikan dalam 2jam paska lahir), bayi2 yang ditunda untuk dimandikan didapati lebih sukses dalam proses menyusui.

Jadi, perlu kah bayi langsung dimandikan setelah bersalin? 
Jawabannya tergantung kondisi ibu, bayi dan juga penolong persalinan Ibu. Silahkan rencanakan, komunikasikan kemudian putuskan yang terbaik ya moms and dads.

#vernixcaseosa
#postpartum
#goldenhour
#afterbirth

*Source of knowledge :
Gurcharan, S., & Archana, G. (2008). Unraveling the Mystery of Vernix Caseosa, Indian Journal of Dermatology
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2763724/

PERAWATAN JALAN LAHIR PASCA BERSALIN (vagina & perinium).

Photo by Creative Free Stock from Pexels
Pada persalinan per-vaginam, setelah bersalin, vagina ibu perlahan namun pasti akan kembali pulih, memang akan terasa tidak nyaman, apalagi jika ada bekas jahitan, umumnya bekas jahitan akan kembali pulih 4 - 6 minggu pasca bersalin.
.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa Ibu lakukan utk perawatan vagina dan perinium pasca persalinan.

1. Cold compress, setelah proses persalinan, ibu bisa aplikasikan kompres dingin pada area perinium, ibu bisa menyiapkan #padsicle atau mnggunakan "cold pack"/waslap dibekukan, bungkus dg ziplock, gunakan kain linen bersih kemudian kompres pada area perinium, lakukan selama 20menit, 2-3x sehari.

2. Setelah buang air kecil, basuhlah dengan air hangat, ibu bisa menggunakan botol "squeeze" atau #peribottle utk menyemprotkan air dg lembut. Jangan lupa keringkan dg arah depan ke belakang ya.. (ini mencegah infeksi dari bakteri dari area anus).
.
3. Mulai berlatih kegel setelah persalinan, jangan khawatir kalau pada awal mencoba terasa lebih sulit dilakukan drpd sebelum melahirkan, otot dasar panggul akan perlahan merespon dg lebih baik.

4. Penggunaan #witchhazel pad bisa mengurangi ketidaknyamanan bekas jahitan perinium dan hemorroid. Caranya, tuangkan cairan witch hazel pd pembalut lalu bekukan. Ganti setiap 2-3 jam.

5. Lakukan #sitzbath. Letakkan sitz bath pada dudukan toilet, isi sitz bath dengan air bersih hangat (tidak terlalu penuh), duduk diatasnya kurang lebih 10 - 20 menit. Kemudian keringkan lalu berbaring sejenak +/- 15 menit (utk mengurangi pembengkakan di sekitar vagina. Lakukan sitz bath in 2 - 4 x sehari sampai area Jalan lahir terasa nyaman.

6. Perbanyak berbaring Dan istirahat pada 1 - 2 minggu paska bersalin. Berdiri atau duduk terlalu lama bisa meningkatkan potensi pembengkakan jalan lahir pada area sekitar vagina. 

Ditranslasikan dari buku "The Simple Guide to Having a Baby" - Whalley, Simkin, Keppler.

Penyembuhan Pada Pasca Operasi Bedah Sesar / Sectio Cesarea (SC)

Source: pixabay.com

Proses penyembuhan pasca operasi cesar bisa berbeda pada masing - masing Ibu, baik secara fisik maupun emosional. Namun hal utama sebagai persiapan proses persalinan adalah support system yang mendukung Ibu bersalin. Proses penyembuhan fisik ibu juga terkait dengan kesehatab psikologis, proses persalinan bisa jadi sangat melelahkan, namun saat bayi terlahir, proses adaptasi menjadi ibu baru dengan segala aktifitas menyusui, mengganti popok, berkurangnya jam tidur, juga perubahan hormonal (dari hamil menjadi tidak hamil), menjadi "kekacauan" sendiri dalam tubuh dan pikiran Ibu. Persiapkan support system untuk paska persalinan ya mom and dad!

Kali ini, saya berbagi info mengenai proses penyembuhan paska persalinan sesar atau SC. Ibu tetaplah menjadi Ibu apapun proses persalinannya, bahagia dan lelahnya SAMA!

Hal berikut adalah beberapa poin yang bisa membantu ibu pada pemulihan pasca cesar :

1. Istirahat, anda baru saja menjalani operasi besar, tidak perlu terburu buru ingin mengerjakan banyak hal. Prioritas utama adalah bonding (melalui menyusui salah satunya). Delegasikan urusan domestik rumah dan memasak pada orang lain utk sementara waktu.

2. Letakkan botol/teko air, makanan ringan yang sehat dan popok/pakaian bayi dekat dg jangkauan Ibu.

3. Batasi kunjungan, iya...ini hal yg tidak mudah apalagi pada budaya kita di Indonesia, tp pasangan bisa membantu utk menerima tamu dikala Ibu memang perlu istirahat atau menyusui. 
4. Bekas jahitan mkn terasa gatal hingga bbrp bulan, kompres hangat dan usapan yg lembut bisa membantu menyamankan. (Ada posting saya ttg video memijat bekas luka jahitan cesar)

5. Minumlah banyak cairan dan asupan nutrisi seimbang.

6. Anda bisa berdiskusi ttg perasaan yg anda rasakan pd fase transisi pasca bersalin kepada suami atau juga pada ibu lain yg pernah menjalani operasi cesar.

7. Selain hal hal di atas, rileks dan nikmati fase minggu pertama dg bayi, semua akan berlalu cepat sekali seringkali tanpa Ibu sadari. . "Recover at home" dr Handbook of prepared labor, Debby Amis & Jeanne Green". 

Senin, 14 Mei 2018

Depresi Postpartum, bagaiman mengetahui nya?


Beberapa kali saya menemui Ibu bersalin yang memiliki proses riwayat persalinan yang baginya sangatlah nyaman, sesuai rencana yang diharapkan, penuh cinta dan kelembutan. Namun setelahnya, beberapa persoalan mulai muncul, mulai proses menyusui yang dirasa menyakitkan, lelah, merasa gak bisa ada yang mengerti, dan lain sebagainya.

Permasalahan pasca bersalin ini wajar kok bu, anda tidak sendirian, apalagi permasalahan menyusui, kelelahan, nutrisi yang mungkin tidak seimbang. Yang paling utama ada menyadari memang mungkin ada masalah, dan lekaslah cari dukungan serta bantuan. Ibu tidak sendirian, dan perasaan ini dirasakan banyak ibu pasca bersalin.

Dalam Pembahasan sub topik "Physiological and Psychological Changes in the mother", 6 minggu pertama setelah bayi terlahir disebut "the puerperium"atau kita sebut fase nifas. Dalam fase ini, wanita secara emosi dan pikiran mulai menyesuaikan perannya sebagai Ibu, sedangkan secara fisik tubuhnya mulai kembali menyesuaikan ke fase "tidak hamil".

https://advancedbodydynamics.com/postpartum-depression/

Pada awal fase pasca bersalin, ibu mengalami banyak sekali perubahan secara emosional, kondisi ini bisa wajar seiring dengan perubahan / fluktuasi hormonal bersamaan dengan perubahan kehidupan ibu dengan adanya bayi yang baru terlahir. Kehadiran bayi memang membutuhkan perhatian, extra energi, waktu dan emosi orang tua yang mengasuhnya, dan sekali lagi...ibu tidak sendirian. Dengan semua perubahan ini, menjadi sangat wajar jika perasaan / emosi ibu terkadang naik turun bak roller coaster.

Namun, perlu kita sadari, kenali dan ketahui, bahwa postpartum problems adalah kondisi nyata, dan ibu mungkin perlu dukungan serta bantuan dari orang lain (baik keluarga maupun tenaga kesehatan).

Bagaiman mengetahui bahwa kita memiliki permasalah postpartum yang mungkin memang memerlukan bantuan???

Berdasarkan Diagnosa kriteria "Postpartum Depression" oleh American Psychiatric Association dalam buku "Diagnostic and Statistical manual of mental disorders (DSM-IV), gejalanya termasuk adalah (saya translate sebisa mungkin ya..jika ada kesalahan mohon bisa menginfokan);
  • Irritability (mudah tersinggung, lekas marah)
  • Sadness / weepiness (gampang merasa sedih)
  • Feeling of guilt (merasa bersalah)
  • Fatigue and sleep problems (rasa lelah berlebih dan problem tidur, baik sulit tidur maupun tidur terlalu lama)
  • Lack of concentration, forgetfullness (mudah lupa, kurang bisa berkonsentrasi)
  • Loss of libido, lack of interest in anything
  • Weight gain or weight loss, changes in appetite (malas makan / makan terus)
  • Difficulty in focusing, reduced ability to mae decisions
  • Development of phobias or unreasonable fears
  • Excessive anxiety
  • sense of hopelessness
  • Lack of confidence with baby or lack of feelings towards the baby.
Penting untuk diketahui ibu pasca bersalin mengetahui bahwa jika mereka mengalami beberapa hal diatas, adalah hal yang wajar, dan dengan treatment tepat, kondisi tersebut bisa diatasi dengan baik.

Oh iya Bu, jangan lupa penuhi nutrisi berimbang dari asupan harian ibu pasca bersalin, kadar zat besi, magnesium dan zinc yang cukup, bisa menurunkan potensi ibu mengalami problem2 pasca bersalin juga lho (sumber : National Center for Biotechnology information)





Minggu, 06 Agustus 2017

Workshop Persiapan Persalinan (Bogor)


Mempersiapkan persalinan dengan penuh kesadaran, memahami peran pendamping dalam persalinan dan merencanakan persalinan nyaman dan aman.

Sabtu, 26 Agustus 2017
@naturayoga 
Jl. Cikabuyutan No.3
Info dan Pendaftaran - Bogor
WA Only : 0813-1039-4739


*Garage Sale untuk baby stuff (new / preloved
Untuk Partisipasi Garage Sale silahkan kontak @blanja_blinji
Cp : Kiky (0878-8200-7333)

Kamis, 05 Januari 2017


Mempersiapkan Kehamilan sehat dan persalinan nyaman sangat bisa dilakukan oleh calon Ibu dan calon Ayah bersama - sama, jauh sebelum proses kehamilan maupun persalinan. Kehamilan selama 9 bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk Ibu memberdayakan diri untuk bisa melahirkan dengan nyaman, aman dan minim trauma atau Gentle Birth.

Salah satu upaya untuk memberdayakan diri adalah mengikuti kelas kelas persiapan persalinan. Ibu bisa mencari sumber credible dan pilih yang sesuai kebutuhan Ibu,

Januari 2017 ini kami mengadakan kelas persiapan persalinan - mini workshop Bidan Erie Marjoko.
Kita akan membahas tentang persiapan persalinan nyaman, ramah jiwa & minim trauma, memahami tahapan persalinan, mengoptimalkan posisi janin juga tehnik menyamankan persalinan.

Kapan??

Minggu 29 Jan 2017
Pkl. 09.00-13.00 WIB
Studio Natura Yoga - Bogor


HTM 
Single IDR 350Rb
Couple IDR 375Rb
On spot IDR 400Rb

Info & Pendaftaran
WA - 0813 1039 4739

Tempat terbatas, agar ibu hamil tetap nyaman.



Prolongerd Labor atau Proses Persalinan Partus Lama

Proses Persalinan Lama / Partus Lama (Prolonged Labor)
Partus Lama (Prolonged Labor) merupakan keadaan dimana persalinan tidak mengalami progress / kemajuan selama lebih dari 20 jam (bagi persalinan anak pertama) atau lebih dari 14 jam apabila pada persalinan anak berikutnya.

source of pic 
Partus Lama pada Fase Laten bisa terjadi pada tahapan I (pembukaan/dilatasi) proses persalinan maupun pada fase aktif persalinan.
Proses partus lama ini bisa jadi sangat melelahkan baik fisik maupun emosional Ibu bersalin (mungkin juga pasangan dan atau keluarga), namun prolonge labor ini jarang sekali yang menunjukkan komplikasi.



Apabila proses partus lama ini terjadi pada fase aktif persalinan, tenaga medis yg membantu proses persalinan mungkin akan melakukan tindakan medis untuk mengetahui penyebab lebih lanjut.

Apa penyebab Prolonged Labor atau Partus lama?
Banyak kemungkinan yang menyebabkan terjadinya partus lama. Apabila terjadi pada fase laten, lambatnya proses penipisan leher rahim (cervix) bisa membuat proses partus/persalinan lebih lama. Pada fase aktif, bisa terjadi kemungkinan karena proporsi bayi besar, bentuk pelvis/panggul juga mempengaruhi lamanya proses persalinan.
Kehamilan kembar juga bisa membuat proses partus lebih lama. Penelitian juga menunjukkan korelasi antara partus lama dengan kondisi psikologis ibu bersalin, seperti stress, cemas, maupun takut. Disisi lain, obat – obatan tertenu juga melambatkan dan melemahkan kontraksi.

Apa yang bisa dilakukan?
Beberapa kasus partus lama mungkin memerlukan intervensi medis lebih lanjut, namun tahap pertama yang bisa dilakukan adalah sbb:
Partus Lama pada fase Latent, hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah berusaha tetap rileks dan menunggu proses penipisan leher Rahim lebih lanjut. Berjalan, beristirahat, mandi berendam air hangat adalah kegiatan yang bisa dilakukan Ibu. Berubah posisi (dari tidur ke duduk, dari duduk ke berdiri, dari berdiri ke berjalan, leaning forward, posisi hand and knees, jongkok juga bisa membantu.

Peran Doula (pendamping persalinan) bisa membantu proses persalinan Ibu lebih nyaman, bekerja sama dengan pasangan Ibu, Doula bisa mengarahkan dan memberikan informasi untuk ibu tetap nyaman dalam proses persalinan.

Pada artikel web : http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/prolonged-labor-failure-progress/ juga disebutkan beberapa hal yang menyebabkan partus lama antara lain :
1.       Induksi pada persalinan
2.       Intervensi Selama persalinan
3.       Nutrisi tidak optimal selama kehamilan
4.       Pembatasan gerak selama proses persalinan
5.       Suasana sekitar ibu bersalin yang tidak nyaman
6.       Kurang asupan makanan dan minum selama proses persalinan

Last but not least, kesimpulan saya, untuk membantu proses persalinan yang lancar, Ibu dan pasangan bisa saling bekerja sama membuat kondisi psikologis ibu lebih rileks , bisa dengan merubah suasana ruangan bersalin lebih nyaman untuk ibu (redup, music, tenang),  mengajak/menyarankan ibu tetap bergerak, tetap makan dan minum juga berkemih cukup sering.


Note: Artikel ini saya salin dari sumber web

Senin, 10 Oktober 2016

Fertility Massage Therapy


Fertility Massage Therapy TM  (FMT) merupakan tehnik memijat dengan lembut (non invasive therapy) yg bekerja dengan cara membantu memperbaiki letak/posisi organ-organ pada area abdomen pada posisi yang sesuai, merilekskan otot-otot dan menyeimbangkan fungsi hormon.

Kesehatan Rahim (uterus) pada kaum perempuan sangat penting untuk diri mereka sendiri. Rahim sebagai tempat pertama kehidupan manusia berada, tempat ternyaman, terkuat dan teraman bagi bakal kehidupan baru.

Banyak sekali cara menjaga kesehatan rahim, dan sehatnya rahim dapat dirasakan dengan minimnya masalah fertilitas, seperti siklus menstruasi yang baik dan tidak menyakitkan.

Beberapa cara merawat kesehatan rahim adalah, memehugi nutrisi baik pada tubuh (makanan alami dan minim proses), memenuhi hak tubuh untuk istirahat saat menstruasi dan rajin melakukan perawatan diri salah satunya Fertility Massage  (Memijat area abdomen).

Tehnik memijat FMT juga fokus untuk memperbaiki jaringan yg rusak, membantu melancarkan sisa-sisa kotoran mengeras (yang telah terakumulasi di usus Anda selama bertahun-tahun) dengan gerakan alami serta memperbaiki sumbatan2 baik fisik dan emosional, sehingga area dan perut terasa lebih ringan dan lebih bebas.

Masalah - masalah yang dapat memanfaatkan tehnik FMT adalah

1. Masalah Reproduksi
  • PCOS
  • Infertility atau Keguguran
  • Endometriosis
  • Menstruasi yg tidak teratur/sakit
  • Fibroid
  • Kista
2. Masalah Pencernaan
  • Konstipasi
  • Kembung
  • Dan beberapa masalah sistem cerna yang lain (IDB, Celiac Desease, Chron's Desease)
3. Emotional Release
  • Pada perjalanan upaya / program kehamilan maupun penyembuhan seputar fertilitas, tentu banyak tekanan, upaya yang cukup melelahkan hingga rasa lelah yang muncul. FTM membantu meredakan ketegangan ini, membuat anda merasa lebih rileks baik tubuh maupun pikiran.
Saat ini, FMT Practisionaire ( dari www.fertilitymassage.co.uk ) sudah ada 5 orang di Indonesia. Kami akan mengadakan Workshop Fertility Awareness di Bogor.
Love Your Womb - Fertility Journey 


13 November 2016 

Martasya Yoga Shala - Bogor

08.30 - 15.30 WIB

IDR 425,000 *

(Early bird until 15 Oktober 2016, Rp. 375,000)

Rangkain Acara : 


- Woman sharing circle on fertility journey

- Fertility awareness ( menstrual cycle, mucus charting)

- Fertility self care massage, Closing bones & castor oil pack usage. 

- Self Healing dg TAT ( Tapas Acupressure Technique) oleh mbak Diwien Hartono.


Info dan Pendaftaran


Dela Jaskara

0813 1039 4739

delajaskara@gmail.com

Senin, 26 September 2016

Yoga Kehamilan atau Prenatal Yoga Bogor

Kehamilan ada salah satu fase transformasi seorang wanita menjadi seorang Ibu, Berlatih Yoga pada saat kehamilan bermanfaat untuk ;
  • Meningkatkan stamina tubuh ibu selama kehamilan 
  • Dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada punggung maupun pinggang
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menjalin komunikasi antara ibu dan bayi
  • Melatih otot-otot perinium 
  • Tehnik pernapasan yang dilatih pada yoga kehamilan diharapkan mampu mempersiapan ibu pada proses persalinan yang nyaman dan lancar
Mari memberdayakan diri untuk kehamilan sehat dan persalinan nyaman,


Minggu, 28 Agustus 2016

Menyamankan Persalinan Bersama Pasangan

Proses Kehamilan dan Persalinan adalah momen membahagiakan dan tak terlupa bagi Ibu dan Ayah. Apa saja yang Ayah Ibu persiapkan dalam menjelang momen bahagia lahirnya buah hati ke dunia?

Bersama, kita akan belajar tentang bagaimana peran Ibu dan pendamping (Suami / salah satu anggota keluarga) dalam membantu menyamankan Ibu pada saat menjelang persalinan.

Kenapa persiapan untuk pendamping diperlukan? 
Pada saat kontraksi muncul (menjelang proses persalinan) , seringkali keluarga terdekat di sekitar Ibu hamil lebih khawatir maupun panik, apabila ini terjadi maka secara langsung juga akan mempengaruhi kondisi emosional ibu, pun bisa membuat Ibu menjadi khawatir/panik. Namun apabila pendamping dan Ibu tenang, rileks dan faham tentang tahapan proses persalinan (kami sebut memberdayakan diri untuk proses persalinan), maka diharapkan proses yg akan dijalani menjadi lebih nyaman dan mengurangi intervensi yg mungkin tidak diperlukan,

Apa saja yang akan dipelajari?
Kelas Persiapan Persalinan ini akan membahas beberapa hal sbb:
1. Mengenal Tahapan Persalinan
2. Mempelajari Tehnik dalam menyamankan proses menjelang persalinan (Tehnik Bernapas, menyamankan dg bantuan alat sederhana oleh pasangan)
3. Menyambut Kelahiran Buah Hati (1 jam pertama dalam kehidupan bayi).


Kelas Special "Menyamankan Persalinan (Bersama Pasangan) akan kami adakan pada
Hari : Sabtu 
Tgl : 3 September 2016 
Pukul 10.00 - 12.000 
Tempat : RSIA Bunda Suryatni - Jl. Sholeh Iskandar Bogor
Bersama : Dela Jaskara (Birth Doula, Prenatal Yoga & Fertility Massage practitioner)

Info lanjut
Hub RSIA Bunda Suryatni
0251 754 3891-92
WA 0813 1039 4739



Jumat, 20 Mei 2016

The Hour of Power - PositiveGroup Circle Talk

‪#‎PositiveGroup‬ The Positive Birth Movement di Bogor kembali hadir, kali ini temanya "The Hour of Power" 1 jam pertama kelahiran bayi, apa saja yang ingin ibu lakukan untuk merayakannya?
Yuk bertemu, ngobrol asyik, bersama berbagi cerita dan harapan serta kebahagian.
Rabu 25 Mei 2016
Di Natura Yoga - Jl. Cikabuyutan No.3, Bogor

Terbuka untuk semua Ibu maupun calon Ibu yang ingin berbagi cerita positive-nya ttg 1 jam pertama kelahiran bayi anda untuk ibu2 yang lain.

Lets meet up, link up and shake up birth!

Its free! Silahkan membawa makanan masing2 untuk dimakan bersama.


Sharing session ini dilaksanakan setelah kelas Prenatal Yoga di NaturaYoga studio bersama Amanda Soedharma, jadi moms, kalau mau ikut PrenatalYoga dulu silahkan langsung hub Amanda di 0878 7336 5536
With love,
Dela

Jumat, 22 April 2016

Kehamilan Sehat dan Persalinan Penuh Kesadaran

Sudah sejak lama saya ingin sekali mengenal 2 praktisi prenatal yoga di Bogor yakni Tasya Dante (Yoga Teacher dan pemilik Martasya Yoga Shala) dan Amanda Soedaharma (Yoga Teacher dan Pemilik Natura Yoga Studio).  Namun baru beberapa minggu lalu saya bisa bertemu "in person" dengan keduanya...senang campur minder juga sih..secara ketemu praktisi yoga yang sudah lama di dunia yoga dan juga Prenatal Yoga.

Kami sudah saling kontak (melalui WhatsApp) sebelumnya untuk membahas rencana kegiatan kelas persiapan persalinan untuk Ibu - Ibu hamil di Bogor peserta pasangan. Dan di pertemuan pertama itu, mengindari grogi..saya sibuk mencatat..hehhehe. Yes, I am like their fan!

Pertemuan kami menghasilkan rencana Weekend Workshop bertema "Happy Pregnancy & Mindful Birth". Tema ini diambil berdasarkan pada keinginan kami untuk memberikan informasi bermanfaat untuk Ibu hamil dan pasangan tentang bagaimana mempersiapkan kehamilan nyaman melalui Prenatal Yoga dan Persalinan penuh kesadaran dengan memberdayakan diri dan pasangan.

Weekend workshop ini akan diadakan pada:

"Happy Pregnancy & Mindful Birth"
Tanggal : 15 Mei 2016 (Minggu)
Pukul : 09.00 - 16.00 WIB
Tempat : Natura Yoga - Jl. Cikabuyutan No.3 Baranangsiang - Bogor

Kegiatan akan meliputi 
- Kelas Prenatal Yoga (Tasya & Amanda - Prenatal Yoga Teacher)
- Kelas Persiapan Persalinan (Dela Jaskara - Birth Doula)

Biaya :
Early Bird (S/d 5 Mei 2016)
Rp. 175 Rb (Single) & Rp. 225 Rb (Couple)

Normal (setelah 5 Mei 2016)
   Rp. 225 Rb (Single) dan Rp. 275 Rb (Couple)

*Couple : Ibu dan pasangan (suami / pendamping persalinan)
** Biaya termasuk makan siang, snack, copy materi


Pendaftaran :
Tasya : 0817 0711 717
Amanda : 0878 7336 5536


Silahkan untuk yang ingin berkumpul dan belajar bersama - sama di weekend Workshop bersama kami di Natura Yoga Studio ya bunda. Memberdayakan diri dan pasangan menjelang kelahiran buah hati tercinta.

Salam hangat dari kami.

Minggu, 03 April 2016

Mendampingi Pasangan Pada Proses Persalinan

Proses persalinan adalah moment yang akan selalu kita ingat, tersimpan lekat sekali dalam memori dalam setiap detilnya. Mari kita persiapkan jauh jauh hari sebelum persalinan, masa kehamilan 9 bulan (ya..dikurangi 2-3 bulan pertama masa masa adjustment tubuh), kurang lebih 5-6 bulan persiapan, mencari informasi dan memberdayakan diri, insyaAllah lebih dari cukup.

Buka mata, cari info sebanyak banyaknya, ikuti sharing session tentang persiapan kehamilan dan persalinan, mudah dan banyak sekali, mulai dari facebook group, teman/tetangga, komunitas kehamilan yang positif, olahraga kehamilan (yoga prenatal, senam hamil), seminar/workshop  dengan tenaga kesehatan maupun doula.

Sabtu lalu saya berkesempatan mendampingi proses persalinan yg indah penuh cinta, pasangan suami istri yang saling mendukung, penuh persiapan dan penuh kesadaran, saling memahami satu sama lain dalam proses persalinan, Beberapa rencana yg dituliskan pada birth plan bisa dilaksanakan sesuai rencana; penundaan pemotongan tali pusar bisa terwujud, IMD 1 jam pun bisa dilakukan dengan lancar, karena RSIA tempat bersalin pro ASI. Ibu dan pasangannya menjalani proses dengan indah dan penuh kesadaran,

Dari pengalaman ini, beberapa hal penting yang harus selalu diingat ibu dan pasangan atau siapapun yang mendampingi persalinan adalah :

1. Minum
Yup!! minum setiap 1 jam, selama fase persalinan. Peran pendamping untuk mengingatkan ibu bersalin utk selalu minum, sehingga terjaga kecukupan cairan tubuh, Karena pada proses kontraksi, tubuh memerlukan banyak energi dan asupan cairan yg cukup. Menjaga keseimbangan cairan tubuh akan membantu setiap proses tubuh dalam menjalakan tugasnya. Cairan elektrolit bisa juga membantu bila suka.

1.a. Tetap mejaga nutrisi dengan makan, usahakan tetap makan, untuk menjaga energi level, bisa juga ditambah makanan berkalori tinggi seperti kurma, madu, atau apapun yang ibu suka.

2. Berkemih
Setelah minum air cukup dan sering, upayakan mengosongkan kandung kemih agar proses penurunan bayi ke dalam panggul lebih nyaman, tidak ditambah oleh rasa nyeri karena kandung kemih penuh. Kandung kemih akan sering penuh karena rahim mulai membesar dan menekan kandung kemih. Jadi memang lebih sering pipis..jangan ditahan, usahakan pipis setiap 1 jam sekali, kosongkan kandung kemih.

3. Tetap Bergerak
Apabila mampu dan memungkinkan, upayakan ibu tetap bergerak. lakukan gerakan2 memutar panggul, lunges, berdansa, berputar di gym ball atau sekedar berjalan - jalan. Penting untuk diketahui bahwa apabila tidak ada tanda kehamilan beresiko, tidak perlu ibu datang terlalu dini ke Rumah sakit. tetap di rumah sangat memungkinkan ibu lebih mudah bergerak dg nyaman.
Dengan menjaga tubuh tetap bergerak, ibu juga mendapat bantuan dari gaya gravitasi yang dapat membantu proses turunnya kepala bayi ke panggul lebih dalam dan lebih mudah.
Kapan waktu yang tepat datang ke rumah sakit?? ikuti aturan 5-1-1 atau 4-1-1, yang artinya Kontraksi datang setiap 5 menit dengan durasi lama kontraksi 1 menit, dan siklus ini sudah berlangsung selama 1 jam. Namun, pertimbangkan juga jarak rumah dan tempat bersalin ya..maklum macet menjadi komponen penting juga dalam perjalanan, khususnya di wilayah ibukota.

4. Istirahat
Istirahat cukup, disela sela proses persalinan, sempatkan juga beristirahat. misal setelah bergerak, minum dan berkemih, upayakan istirahat sejenak, miring ke kiri / ke kanan atau beristirah dengan leaing forward menggunakan birth ball. simpan energi untuk mejalani proses / tahap persalinan berikutnya, di fase istirahat ini coba padamkan lampu, gunakan wewangian yang disuka (misal lavender, minyak kayu putih atau apapun yg mampu membantu badan dan fikiran rileks), melakukan relaksasi sangat disarankan. Bawa kesadaran anda pada napas, bernapas dalam dan perlahan. Rileeeeeks,,,

5. Pendamping yang mendukung sepenuh hati
Ini poin tidak kalah penting dalam menjalani proses persalinan, pendamping bisa suami, orang tua, adik/kakak atau keluarga. Sampaikan birth plan anda kepada mereka, agar pendamping sanggup menemani ibu dengan lebih memahami yang ibu inginkan dalam proses persalinan. Pendamping inilah yang akan selalu mengingatkan ke 4 hal di atas, memastikan ibu nyaman dan aman.

Lima hal diatas hanya sebagian kecil dari berbagai hal yang bisa membantu ibu bersalin untuk menjalani proses persalinan dengan lebih nyaman. Tuliskan harapan, keinginan ibu pada birth plan / perencanaan persalinan, diskusikan dengan pendamping dan tenaga kesehatan yang akan mendampingi.

Selamat menjalani kehamilan dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan,




Selasa, 09 Februari 2016

Bengkung Belly Binding aka Stagen tradisional


Bengkung atau seringkali kita kenal sebagai "Stagen" adalah kain panjang (5 - 15 meter), seringkali terbuat dari tenun yang cukup kaku, panas dan kurang fleksible.

Saat ini sudah mulai banyak diketahui bengkung/stage berbahan katun, kelebihannya tentu lebih adem, fleksible mengikuti bentuk tubuh dengan fungsi yang tidak berkurang, yakni menyamankan dan menghangatkan area perut, panggul dan punggung bawah. Diharapkan dengan nyaman dan hangatnya area ini, proses penyembuhan pasca persalinan bisa lebih mudah tercapai.

Kapan Bengkung dipakai?

Pada persalinan pervaginam, bengkung/stagen bisa digunakan pada H+3 pasca melahirkan dipakai hingga 40 hari kedepan atau senyamannya.

Pada persalinan sectio, sebaikya bengkung/stagen digunakan saat bekas jahitan sudah nyaman (4-6 minggu setelah operasi atau bisa dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.
Bengkung tetap bisa bermanfaat kapanpun ibu ingin memakainya, bengkung katun lebih fleksible dan bisa digunakan di luar pakaian untuk mempermudah memasang dan melepas.

Apakah manfaat Bengkung?

Bengkung/Stagen disebut sebagai "the ancient way of healing" , fungsi utama pada ibu pasca melahirkan adalah menghangatkan dan menyamankan, bonusnya adalah diharapkan membantu proses penyembuhan pasca bersalin.

Bengkung/Stagen BUKAN alat pelangsing, bengkung/stagen mungkin membuat badan ibu tampak dan terasa langsing, namun pada dasarnya, langsing dan pulih kembali setelah melahirkan sangat ditentukan banyak faktor, seperti; asupan gizi seimbang, olahraga dan menyusui serta hal yang utama adalah ISTIRAHAT.

Merawat diri pasca bersalin merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga ibu, karena 42 hari pertama setelah melahirkan bisa menjadi faktor penentu tahun - tahun berikutnya, menjadi orang tua yang sadar, sabar dan sehat lahir bathin.

Selamat menjadi Ibu :)

Berikut adalah link video tutorial pemakaian bengkung 


Tips membuat Bengkung DIY:

Panjang : 15 meter (bisa dilebihkan/dikurangi bila dirasa perlu)
Kain : Katun (tidak tebal dan tidak tipis, bisa pakai kain batik atau sprei lho..:))
Nah kainnya bisa panjang 15 meter, tp kalau bikin sendiri sayang sisanya, bisa juga kain disambung2, kelemahannya kadang di sambungan jahitan jd kurang nyaman pas dipakai.
Lebar : ukurlah rata2 sejengkal telapak tangan bunda. 18-25 cm

Untuk pinggiran bisa di obras, bisa di neci, atau dibiarkan saja, dg resiko kurang rapi.

Nah mudah sebenernya bikin bengkung sendiri, karena memang belum banyak yg produksi..karena juga belum banyak yg istiqomah berbengkung :)



Menghadapi Rasa Takut Dan Cemas Dalam Persalinan.

"Apakah aku bisa ke rumah sakit tepat waktu?" "Bagaimana kalau dokter spog ku nanti berhalangan datang?" "Apa aku b...